CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 16 Januari 2014

Sobatan “Sehat”

Kedekatan kita sama sobat bikin kita jadi tak terpisahkan. Tapi, saking dekatnya kita jadi terlalu bergantung dan terikat satu sama lain. Akibatnya kita terjebak di pertemanan yang nggak “sehat”. Hubungan pertemanan yang seharusnya bikin kita nyaman satu sama lain, justru bikin kita jadi saling nggak enakan satu sama lain. Sebenarnya, pertemanan yang sehat itu seharusnya seperti apa ya?

Nggak saling cemburu
Kemana-mana penginnya selalu dekat dengan sobat. Karena kita sudah merasa cocok dan nyambung saat ngobrol. Tapi, lama-lama gerak gerik kita jadi terbatas. Sobat atau kita sendiri jadi terlalu mengikat satu sama lain. Bahkan mulai muncul rasa cemburu, saat salah satu dari kita dekat dengan orang lain.

Komunikasi cukup
Maksudnya, nggak perlu deh menghubungi sobat setiap saat. Seperti menanyakan kabar, sedang dimana atau dengan siapa. Menjalin komunikasi dengan sobat itu memang penting, tapi nggak perlu berlebihan. Dan, bukan berarti kita jadi mengikat satu sama lain karena komunikasi yang terlalu intens. Perhatian yang berlebihan bisa membuat kita jadi orang yang posesif dalam berteman.

Hargai kehidupan pribadinya
Meskipun berstatus sahabat, bukan berarti kita harus selalu jadi orang pertama yang tahu segala hal tentang sobat. Apalagi memaksanya untuk terbuka dengan semua hal yang dialaminya, Ada kalanya, sobat juga ingin menyimpan masalahnya sendiri. Disinilah kita sebagai seorang sahabat harus peka dan menghargainya.

Casual friendship
Teman selalu datang dan pergi. Kita nggak bisa memaksa sobat untuk selalu ada di samping kita. Sobat punya kehidupan pribadi, begitu juga dengan kita. Karena hubungan pertemanan itu bermula dari rasa nyaman dan saling percaya satu sama lain. Kita pun nggak bisa seenaknya melarang sobat untuk berteman dengan orang lain. Jalin pertemanan dengan senang dan tanpa paksaan. Karena pertemanan itu bukan untuk saling memiliki.

0 komentar:

Posting Komentar